Baby datang ke sebuah kafe ternama langganannya untuk bertemu dengan seorang perancang sepatu. Ia semakin harus menyibukkan diri untuk bisa menghindari pikiran tentang baby-nya yang hilang. Ya, masalah keguguran itu sudah merenggut separuh hidupnya. Katanya masih di jalan. Baby akhirnya memesan minum saja dulu. Setelah memesan dua coffee cube pada pelayan, pandangannya berkeliling. Di tengah keramaian kafe matanya tertuju pada satu meja. Di sana ada seorang pria yang hampir setahun ini menjadi orang yang pertama kali ia lihat saat sebelum tidur hingga ketika terbangun. Dan pria itu saat ini terlihat sedang bersama wanita lain. Seorang wanita yang paling tak ia inginkan ada bersama pria-nya. Tak masalah jika dia bersama yang lain mungkin saja rekan bisniss perusahaan. Tapi kali ini di

