Tak ada pernikahan

1209 Words

"Sianida...  biar lo... cepet mati..." Raynand sangat terkejut mendengar Rayyan mengucapkan hal itu padanya. Sungguh dia tak percaya adiknya bisa menginginkan dia mati. "Lo becanda kan Ray?" Tanya Raynand bergidik ngeri. "Jadi lo pikir gue becanda?" Tanya Rayyan dingin. Dia menghiraukan pertanyaan dari saudara kembarnya. Rayyan malah memindahkan cairan berwarna kekuningan itu ke tabung suntikan. Rayyan menyentil ujung jarum suntik tersebut, hingga cairan di dalamnya menetes sedikit. Kemudian menyeringai sinis. Langkah pria itu bergerak perlahan. Seperti cettah yang sedang mengintimidasi mangsanya. Hal ini membuat Raynand jelas sangat takut. Apakah ini akhir hidup Raynand? Berakhir di tangan saudara kembarnya sendiri? "Ray jangan becanda!" Ucap Raynand pada Rayyan. Rayyan semakin me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD