Disaat aku sudah pindah rumah yang baru beberapa bulan kemudian aku melahirkan. Anak kecil kami lahir kedunia ini. anak berjenis kelamin laki-laki yang sangat imut. Kami bahagia dengan kehadirannya.Dan lengkap sudah kebahagian kami sudah punya rumah sendiri walaupun kecil ditambah punya anak yang lucu dan pintar. Hari demi hari kita lalui bersama dengan mengurus buah nhati. polemik kembali terjadi keadaan ekonomi membuat kita harus berjuang untuk mencukupi keluatlrga kecil kita. Dia berniat untuk usaha kecil-kecilan tapi aku melarang karena bagiku lebih menguntungkan bekerja buruh daripada usaha sendiri karena resiko nya takut tak laku. Tapi suamiku berusaha meyakinkan aku bahwa dia mampu. Setelah beberapa saat dia jualan awal-awal juga cuma laku sedikit. Aku ragu aku putuskan untuk dia berhenti berjualan untuk cari kerja yang lain saja. Tapi tiap butuh sesuatu kita harus nunggu seminggu dulu. Lama-lama aku berpikir ulang jika jualan bisa pegang uang walau cuma dikit. Akhirnya suami mencoba lagi ke sekolah-sekolah. Dan Alhamdulillah dia sudah dikenal dan punya pasaran . Hari berganti hari bulan berganti bulan. Sedikit demi sedikit kita mulai belajar mandiri. Anak makin hari makin besar sejak aku hamil aku juga mencoba mengayam.Walau hasil tak seberapa berharap bisa mengurangi beban. Dan anak sudah 1 tahun makin pintar.