7

1021 Words

Perjalanan menuju kampung kelahiran Zidan memang memerlukan waktu yang agak lama. Apalagi jalannya tidak begitu besar membuat Zidan mengendarai mobilnya dnegan sangat hati-hati sekali. Jalanan yang masuk ke area perbukitan dan masuk ke dalam perkampungan. Kampung itu sangat bersih dan semua orang yang lalu lalang menunduk hormat ke arah Zidan. Aira melirik ke arah Zidan yang sudah melepas kaca mata hitamnya dan membuka kaca jendelanya sambil mengangguk dengan sopan sambil mengucap kata lembut penuh hormat. Dari arah samping, Aira merasa seperti ia sudah biasa dengan keadaan begini. Semua nampak tidak asing tapi Aira tidak paham dengan perasaan itu. Perasaan apa itu. Setelah banyak menyapa orang di jalan kampung. Zidan kembali melirik ke arah Aira. Aira kaget dan langsung membuang muka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD