Lena mengintip dari jendela saat Advan mengeluarkan mobil dari garasinya. Dia menatap lekat-lekat mobil hitam itu dalam pandangan kosong sebelum dia beranjak pergi. Advan bahkan tidak tahu kalau Lena menatapnya dari dalam rumah sejak tadi. Advan tidur di sofa, bukan di kamar lain. Kondisinya memang belum pulih benar, tapi Lena merasa jauh lebih baik. Dia bahkan masih ingat benar, saat dia makan malam dan meminum obat sebelum tidur, Advan menemaninya sampai dia benar-benar tertidur. Usapan tangan itu masih terasa. Dan Lena kembali menangis pagi ini. Dia mengusap wajahnya, berjalan pergi saat Lena duduk di kursi ruang makan, melamun. Dia menatap seisi rumah yang sepi dan kosong. Kosong bukan arti Advan tidak memiliki perabotan apa pun, barang di rumah ini terhitung lengkap. Hanya saja, me
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


