Wisnu memijat pelipisnya seraya menatap Wina yang berdiri di hadapannya dengan teguh, serta kedua tangan yang mengepal di sisi tubuhnya. Wisnu baru saja mendengar pernyataan cinta Wina yang tentunya mengejutkan Wisnu karena tidak menyangka perempuan yang pernah dekat dengannya itu menyimpan rasa padanya. Padahal selama ini Wisnu hanya menganggapnya seorang teman karena Wina adalah perempuan baik yang sering dilihatnya membantu orang lain. Tiba-tiba saja menyatakan perasaannya padanya dengan status dirinya yang sudah menjadi suami orang, tentu membuat Wisnu merasa tidak nyaman. Apalagi wanita di hadapannya ini mengatakannya di dalam gudang miliknya di mana ada beberapa karyawan yang berada tak jauh dari posisi mereka. Hal ini memang diminta oleh Wisnu agar tidak hanya ada mereka berdua

