Acara tahlilan berjalan dengan lancar. Amanda duduk di antara rombongan wanita. Perempuan cantik itu duduk dengan kalem dan tidak membuat ulah lagi. Mulutnya terkunci dengan rapat karena saat ini adalah saat-saat yang tepat untuk memanjatkan doa yang akan dikirimkan pada kakeknya yang sudah berada di alam sana. Memikirkan kakeknya, lagi-lagi Amanda merasa sedih. Seharusnya, dia belajar untuk mengikhlaskan kepergian kakeknya. Tidak ingin karena ketidakiklasannya, menghambat kakeknya untuk melangkah masuk menuju pintu surga. Amanda menatap pada rombongan laki-laki di mana ada Wisnu yang saat ini sedang fokus membaca Yasin. Terlihat sangat tampan dan bersahaja dari tempat Amanda duduk. Amanda menggelengkan kepalanya saat melihat Wisnu yang begitu tampan mengenakan baju koko berwarna

