Amanda melangkahkan kakinya dengan perasaan kesal. Benar-benar kesal dengan sikap Wisnu yang lagi-lagi membela orang luar daripada dirinya sendiri. Amanda tahu dia salah selalu menggunakan kekerasan, namun namanya manusia tidak bisa menahan emosi apalagi sudah membawa kedua orang tua. Wanita itu tidak terima Wisnu menyalahkannya. Amanda juga sedikit menyesal karena tadi sempat berkata kasar dengan Wisnu. Namun ketika mengingat apa yang diucapkan oleh pria itu padanya, rasa menyesal Amanda berubah menjadi perasaan menjengkelkan. Amanda meringis, tahu jika kakinya saat ini terluka karena menginjak pecahan piring yang tadi sempat dilemparkannya ke lantai. "Sial banget hidup gue! Udah gue pula yang bantingin piring, gue pula yang luka," ujar Amanda merasa kesal. Amanda melangkah di

