Malam setelah resepsi selesai akhirnya Amanda bisa merasa lega. Lega karena segala bebannya sudah terangkat. Maklum saja, duduk dan berdiri, belum lagi harus tersenyum pada tamu undangan, membuat Amanda lelah. Tidak hanya secara fisik tapi juga mental. Ah, sepertinya gue butuh psikolog, batin Amanda mendramatisir keadaan. Saat ini wajahnya sudah dibersihkan dari make up yang dihias oleh Keira tentunya. Amanda akhirnya bisa merasakan menjadi ratu tanpa harus mengeluarkan uang sendiri. Punya sahabat yang memang memiliki passion di bidang make up tentu membuat Amanda mengambil keuntungan. Mungkin nanti ketika Keira menikah, dia juga siap untuk menjadi make up artis sahabatnya itu. Pasti lebih cetar dan membahana, gumamnya di dalam hati. "Kei, gue belum makan. Ambilin gue nasi, g

