Kini nyawa Amanda sudah terkumpul sepenuhnya. Dirinya dan juga Wisnu duduk di dalam rumah Pak RT yang kebetulan lokasinya tidak begitu jauh dari rumah yang mereka tumpangi tadi. Amanda rasa-rasanya ingin marah pada mereka yang sudah menuduh dan memfitnah dirinya. Enak sekali dirinya dikatakan yang tidak tidak, apalagi tadi dirinya dikatakan tukang zina yang tentunya membuat amarah Amanda memuncak. Saat ini mereka bahkan memaksanya untuk menikah dengan Wisnu, yang jelas tentu ditentang oleh wanita itu. "Nggak bisa gitu dong! Kalian bisa menuduh kami berdua berzina kalau memang ada buktinya. Sedangkan nggak ada buktinya sama sekali. Pakaian kami juga masih lengkap." Amanda menyampaikan protesnya dengan suara yang agak keras agar mereka semua yang berada di dalam ruangan ini segera menden

