Amanda berangkat ke kantor nyaris terlambat karena ia bangun kesiangan. Akibat perjalanan jauh yang mereka tempuh melalui jalur darat membuatnya kelelahan bukan main karena harus duduk di mobil selama berjam-jam. Andai saja ayahnya tidak memberitahu jika hari ini dia akan menemani ayahnya untuk bertemu dengan klien, mungkin Amanda lebih memilih untuk tidur di rumah dan menyerahkan pekerjaannya pada Rania. Amanda turun dari mobil sambil membawa tas dan juga berkas yang ada di tangannya. Tidak lupa untuk merapikan blazernya dengan sebelah tangan, memasukkan kunci mobil ke dalam tasnya, lalu bersiap melangkah untuk masuk ke dalam kantor. "Selamat pagi istrinya orang. Cantik dan bercahaya banget Mbak Amanda," komentar Rania saat melihat Amanda. Amanda menghentikan langkahnya dan menole

