Bab 19

1012 Words

Pagi ini Aini bangun seperti biasa, ia memang sudah biasa bangun cepat dan itu selalu dia lakukan dari dulu, dari kecil hingga ibunya tiada. Ah, kembali mengingat ibunya ada banyak hal menjadi pertanyaan dalam kepalanya. Tapi, jujur saja Aini kecil bukanlah anak yang mau tahu segalanya. Dia bahkan lebih suka memendam apa yang ia rasakan dan dia lihat dan menanamkan perlakuan orang-orang kepada mereka. Contohny perkataan kasar sang ayah kepada ibunya. Huh, waktu begitu cepat berlalu dan Aini menghembuskan napasnya. Bergegas ia ke kamar mandi dan membersihkan wajahnya lalu menuju dapur apartemen Dave, dan mengambil beberapa bahan makanan. Ya, setelah makan malam yang apa adanya bahkan ketika memesan makanan serta kembali memasakkan telur dan nasi goreng yang kata Dave enak saat ia membuatka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD