Bab 39 (Khawatir)

1159 Words

“Loe udah harus balik?” Lia mengerutkan keningnya, menatap ke arah Aini yang tersenyum kecil. Perasaannya sama sekali tidak tenang, terlebih ketika melihat temannya seperti itu. Lia sangat paham kalau Aini sedang berusaha menahan semua sakitnya untuk dirinya sendiri. Lia sendiri merasa tidak bisa membiarkan hal tersebut terjadi. “Iya, sebentar lagi juga harus masuk. Aku duluan, ya.” Aini melambaikan tangannya ke arah Lia, berpamitan kepada sang sahabat sebelum menghilang di antara kerumunan orang-orang. “Aini …,” ujar Lia yang kemudian menghela napas panjang. Dia melirik sekilas ke arah tempat mereka makan sebelumnya. Andai saja mereka tidak makan di luar, maka kejadian seperti hari ini tidak akan pernah terjadi. Perasaan bersalah memenuhi Lia, dia tidak tau harus melakukan apa lagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD