Bagi Aini, bangun dengan mata yang terasa sakit sudah seperti kebiasaan untuknya. Dia mengerjapkan matanya yang sembab karena terlalu banyak menangis itu sebelum memperhatikan sekitarnya. Dia terdiam cukup lama, berpikir sedang berada di mana. Butuh waktu yang cukup lama untuk Aaini sebelum dia sadar kalau dia sedang menginap di rumah Lia. Kejadian semalam menghantam dirinya sehingga suara erangan keluar dari Aini. Dia bahkan mengusap kedua mukanya, menunjukkan kalau dia merasa stress. Setelah selesai mengusap wajahnya, Aini segera melirik ke sekitar. Dia merasa kalau rumah Lia anehnya terasa begitu sepi. Dengan kerutan di kening, dia mulai bangun dan melihat sekitarnya. Meski sudah mencari, Aini tetap tidak bisa melihat keberadaan sahabatnya itu. Ketika berjalan melewati kulkas, Aini bis

