Bab 49 (Yang Berkuasa)

1164 Words

“Sudah dapat minumnya?” Mendengar suara pintu yang membuka dan kemudian menutup, Lia mendongakkan kepalanya dari ponsel yang dia mainkan. Di saat dia menatap Aini, kedua matanya membulat. Susah payah Aini memberikan sebuah senyuman kepada sahabatnya, tau kalau dia memang tidak ingin melihatnya kembali sedih. Lia sendiri tidak tau harus berkata apa. Ekspresi palsu yang dia tunjukkan tidak bisa dia biarkan begitu saja. Rasanya dia ingin bertanya apa yang terjadi kepada Aini, namun hanya dari ekspresi tersebut, sudah bisa dipastikan kalau Aini tidak ingin membahasnya. Dengan begitu, Lia memutuskan untuk ikut tersenyum dan berpura-pura. Pasti Aini tidak ingin sampai merepotkan Lia, karena itu dia bersikap seperti sekarang. Sembari memandang Aini yang meletakkan hasil belanjaannya, Lia mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD