"Ini masih jauh?" "Sebentar lagi, tuh di depan, Na," jawab Farid. Yama yang mendengar itu memutar bola matanya malas. Gagal sudah rencananya yang ingin berduaan saja dengan Tiana. Mereka bertiga jalan bersisian, Tiana berada ditengah-tengahnya. Ekspektasi seram yang ada dipikiran Tiana salah, ia pikir sepanjang jalan akan ditumbuhi banyak semak belukar dan pohon yang besar ditambah jalannya yang gelap karena tidak ada penerangan. Ternyata sepanjang jalan sudah ada lampu gantungnya yang cukup terang. Tiana lantas berlari pelan ketika ia sudah melihat pintu kamar mandi yang berwarna merah. Terdapat 3 kamar mandi dan semua kamar mandi itu berdempetan. Ia sudah tidak bisa menahan kantung kemihnya yang cukup penuh. "Yam, lo tungguin gue di sini juga ya, sakit perut nih, pengen boker,"

