Bab 66

2034 Words

 “Mau kemana sih, Brar?” tanya Yama ketika ia berjalan bersama Abrar menyusuri koridor sekolah. Yama penasaran sebenarnya apa yang ingin dibicarakan oleh Abrar dan kemana mereka akan pergi sekarang? Yama melihat raut wajah Abrar yang pucat tak seperti biasanya. Sepertinya ada yang tak beres di sini. “Ini gawat banget, Yam ...” suara napas dari Abrar terdengar berat. Yama semakin gelisah dibuatnya, sekarang ia merasa jantungnya berdetak lebih kencang. “Maneh tong singsieunan aing kos kitu, Brar!” (Lu jangan nakut-nakutin gue kayak gitu, Brar!) “Henteu! Sok tingali engke ku maneh sorangan!” (Nggak! Nanti lihat sendiri sama lu!) Kening Yama mengernyit dalam ketika melihat segerombolan siswa dan siswi tengah berbincang ria di depan mading. Yama menatap Abrar yang kini menatapnya juga. “

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD