Bab 43

3384 Words

 Yama sampai di sekolah, ia pun memarkirkan motornya di depan gerbang sekolah. Setelah itu Yama masuk dan berjalan menuju pos satpam. Ia melihat Pak Parman yang selalu menjaga gerbang tengan makan nasi padang. Yama pun langsung mendekatinya. "Pak Parman!" ucap Yama. "Eh, Nak Yama, kenapa? Kok ke sekolah lagi? Sebentar lagi mau Pak Parman kunci," ucap Pak Parman seraya mengunyah makanannya.  Jantung Yama berdetak dengan cepat ketika mendengarnya. "Apa Pak? Mau dikunci? Emang udah nggak ada lagi siswa di dalam?" tanya Yama panik. "Tadi Bapak abis keliling sama Pak Ahmid, udah kosong Yama, nggak ada siapapun di dalam," ujarnya. Yama berdecak dengan kencang. "Emang nyari siapa sih?" "Tiana, Pak," jawabnya cepat. "Yang mana orangnya? Bapak nggak kenal," ujarnya. Yama langsung mengamb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD