Dua minggu lebih berlalu begitu cepatnya. Waktu seakan tak terasa terus berjalan hingga lupa akan segalanya. Sebagai manusia biasa, harus pandai memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena waktu tak mungkin bisa diputar. Yang berlalu biarlah menjadi masa lalu dan seharusnya perlu dipikirkan adalah masa depan yang akan datang. Satu per satu masalah mulai terpecahkan. Kini, Mila tak lagi penasaran dengan orang yang telah menjebaknya dulu. Ia merasa dirinya jauh lebih lega dari sebelumnya. Mila pun memutuskan untuk menjebloskan mereka ke dalam penjara. Tetapi, ia masih belum bisa menentukan waktu yang tepat, padahal saksinya saja sudah ada. Ia terlalu takut. Bagaskara bukanlah orang yang sembarangan. Pria itu merupakan keturunan konglomerat Indonesia. Kekayannya tak main-main. Jika, ia hanya

