29. Gara-Gara Mie Ayam

1023 Words

POV Nasya Belakangan ini aku gak tahu kenapa mudah sekali merasa lapar. Bahkan selera makanku meningkat drastis. Tadi malam saja aku menghabiskan tiga porsi martabak manis sendirian. "Kamu kenapa Na?" tanya Seina melihatku gelisah. "Aku pengen makan cilok Sei?" Aku merasakan air liurku berproduksi sangat banyak ketika aku mengucap kata cilok. "Hah... Tumben. Minta Pak Aji beliin sana!" saran Seina. Aku pun mengikuti anjuran Seina meminta tolong pada pesuruh Puskesmas. Tak lupa kuberi ongkos sebagai pengganti bensin. Saat cilok sudah ditangan langsung kueksekusi. Ugh... Enaknya. Aku langsung memakannya dengan sangat lahap. Seina sendiri menatapku dengan tatapan heran. "Kamu doyan apa laper sih Na," sesekali Seina mengelus perutnya yang nampak membuncit. Usia kandungannya sudah 5 bula

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD