34

1317 Words

Langkah Lovinta terhenti saat mendengar ledakan itu. Dia diam berdiri dengan pandangan yang kosong saat membayangkan Nean, Gilang, dan Budi masih berada di sana. Tanpa mempedulikan tasa sakitnya lagi, Lovinta langung berbalik arah dan langung menyusul ke tiga lelaki itu. Air mata gadis itu luruh saat melihat rumah reyot itu sudah dilahap habis oleh si jago merah dengan brutal. Asap hitam membungkus kian menebal membuat tubuhnya kembali tidak bisa melangkah. Perlahan tubuhnya luruh beserta air mata yang semakin deras membanjiri ke dua pipinya. Pandangannya buram, dan perlahan kesadarannya hilang. Untunglah Gilang cepat menemukan keberadaan gadis itu. “Ivan,” gumam Lovinta saat kesadarannya belum sepenuhnya hilang. Gilang menatap kosong ke arah Lovinta yang sudah berada di pelukann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD