Siang ini Nean sedang memantau perkembangan pembangunan panti yang sudah pada tahap pemasangan atap. Bangunan 4 lantai dengan 4 gedung mengeliling membentuk kotak itu sukses membuat hatinya kembali bahagia. “Bahan apa saja yang kurang?” tanya lelaki itu pada salah satu mandor yang dia pekerjakan. “Tidak ada pak, semua persediaan bahan bangunan masih banyak,” jawab sang mandor itu dengan lantang. “Nean tersenyum. “Ya sudah, saya percayakan pembangunan panti asuhan ini sama kamu. Kalau begitu saya permisi.” Lalu Nean melenggang pergi. Di tangeh-tengah perjalanan, lelaki itu melihat Zenna sedang berjalan di jalan setapak di tengah sawah, nampaknya gadis itu sedang mencari sesuatu. Nean tersenyum tipis saat melihat tubuh mungil itu sesekali terpeleset karena jalan yang begitu sempit

