Risma mengerjapkan matanya, ia masih menyesuaikan cahaya lampu yang terang sampai menusuk ke dua netra matanya. Samar-samar Risma melihat siluit lelaki berbadan kekar sedang tidur di sampingnya. Saat wanita itu benar-benar terbangun, ia terkejut saat tahu siapa pemilik tubuh kekar itu. Risma mencoba melepaskan infus dari tangannya, karena sejatinya wanita itu memang takut untuk bertemu lagi dengan Gilang—putranya. Gilang yang merasa terusik dalam tidurnya pun mengerjap. “Mama mau ke mana?” tanya lelaki itu langung beranjak dari duduknya untuk mencekal pergelagan tangan Risma yang sedang berusaha untuk melarikan diri. Wanita itu menggeleng, masih mencoba untuk melepaskan tangan Gilang besar dari pergelagannya. Namun nahas, tenaga lelaki itu lebih besar dari tenaga Risma. “Mama mau k

