Part 4: ujian dalam kesetiaan bagian 2

954 Words
Ratna sangat takut kehilangan kakak, entah mengapa firasat Ratna mengatakan bahwa akan ada ujian berat yg akan menimpa hubungan kita kak. Disana nanti pasti banyak wanita yg lebih cantik serta lebih baik dari Ratna kak. Ratna takut kakak berpindah kelain hati sementara Ratna masih berusaha setia menunggu kakak untuk kembali kesisi Ratna, tapi apalah daya Ratna kalau semua itu terjadi kak? Yg ada hanyalah kekecewaan serta luka nestapa yg Ratna rasakan" ucap Ratna disela raut kesedihan di wajahnya. Air mata Ratna terus mengalir membasahi pipinya. Ratna, maafkan kakak jika saat ini kakak harus pergi, ini semua kakak lakukan demi kebahagiaan kita di masa depan nanti Ratna, Ratna tak usah khawatir dan ragu pada kesetiaan kakak pada Ratna. Di hati ini hanya ada nama Ratna dan itu tak akan berubah. Percayalah kakak akan kembali untuk menepati janji kakak pada Ratna. Doakan Kakak supaya lekas berhasil dan kembali ke sisi Ratna, cinta kakak hanya untuk Ratna seorang dan tak seorangpun yg bisa merubah itu" balas Toni sembari memeluk Ratna yg sedari tadi berdiri disampingnya. Mereka berdua saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan untuk terakhir kalinya. Suasana di terminal pagi itu masih sepi, jadi Toni dan Ratna bisa lebih leluasa berdekatan tanpa khawatir akan jadi tontonan orang banyak apalagi saat mereka berpelukan. Toni berusaha meyakinkan Ratna akan kesetiaannya seta janjinya akan kembali untuk mempersunting Ratna untuk jadi istrinya kelak. pada akhirnya Ratna bisa memahami apa maksud dan tujuan kepergian Toni. Kak, terimalah ini walau jumlahnya tidak seberapa, ini dari tabungan Ratna selama ini kak, Ratna harap ini bisa membantu kakak saat perjalanan" ucap Ratna sambil menyerahkan sejumlah uang pada Toni. sejenak Toni agak tersentak karena dia tidak menyangka sebegitu besar cinta Ratna padanya sehingga rela menyerahkan uang yg sudah susah payah dia kumpulkan. tidak usah Ratna, lebih baik Ratna simpan saja dulu, kakak yakin Ratna juga sangat membutuhkan uang ini. kerelaan dan doa Ratna saja bagi kakak sudah sangat berharga sekali Ratna"balas Toni menolak uang yg Ratna berikan. kalau Kakak tidak mau terima uang ini berarti kakak memang sudah tak sayang lagi sama Ratna, buat apa kita selama ini pacaran kalau toh Ratna tidak bisa membantu meringankan beban kakak, padahal Ratna tau kalau kakak akan menempuh negeri orang yg belum tentu bagaimana keadaanya Disana, dimana kakak akan tinggal dan dengan apa kakak makan sedangkan kakak belum mempunyai pekerjaan. kalau kakak memang sayang pada Ratna, Ratna mohon tolong terimalah uang ini" ujar Ratna sambil meraih tangan Toni lalu menyerahkan uang yg di berikan tadi.namun akhirnya Toni mau menerima uang pemberian dari Ratna. terimakasih ya Ratna sayang, kakak akan mempergunakan ini dengan sebaik baiknya" ucap Toni sambil memasukkan uang yg Ratna berikan kedalam sakunya. mobil yang akan Toni tumpangi ternyata sudah datang, kernet bis tersebut kemudian memberi tahu kepada seluruh penumpang untuk segera naik kedalam bis, karena sebentar lagi mereka akan berangkat. inilah momen terberat yg Toni dan Ratna rasakan, disaat detik detik terakhir kebersamaan mereka, dengan berat hati Ratna melepaskan kepergian pemuda yg dicintai nya itu. Ratna berusaha untuk tegar serta memaksakan senyum di bibirnya, dia tak ingin Toni nanti jadi banyak pikiran saat berada di negeri orang dan hal itu akan berdampak buruk yg pastinya. Toni kemudian mengecup kening Ratna sebagai tanda salam perpisahan begitupun Ratna kemudian mencium tangan Toni. kak jangan lupa berkirim surat kalau kakak sudah sampai Di sana ya, disini kita berpisah dan disini pulalah Ratna akan menunggu kepulangan kakak, selamat jalan kekasihku semoga apa yg kita cita citakan tercapai dan tuhan mempertemukan kita kembali" ucap Ratna lirih. iya kekasihku sayang nanti pasti kakak akan mengirimkan surat untuk ratna. dan Kakak akan kembali untuk mu sayang kakak pergi dulu ya ratna"balas Toni kemudian melangkah menuju bis sambil menggenggam tangan Ratna dan Ratna mengantarkannya sampai ke pintu bis tersebut. kemudian perlahan genggaman tangan mereka terlepas seiring melangkah nya kaki Toni naik kedalam bis. Toni mendapatkan tempat duduk didekat jendela, sehingga di masih bisa melihat Ratna yg masih berdiri di samping bis. kemudian mereka saling melambaikan tangan sebagai salam perpisahan. perlahan mobil mulai bergerak meninggalkan terminal, lama sekali Ratna memandangi bis yg telah membawa Toni tersebut sampai bis itu hilang dari kejauhan, tak terasa air mata kembali membasahi pipi gadis itu. mulai saat ini kesetiaan mereka berdua sama sama akan diuji, apakah hubungan mereka akan bertahan ataukah akan terhenti di tengah jalan. tak berapa lama kemudian Ratna beranjak pulang meski kakinya terasa berat untuk melangkah namun dia paksakan. Toni yg semenjak berangkat tadi terlihat murung kepalanya tersandar pandangannya nampak sayu fikiran nya bercampur aduk. terbayang wajah kedua orang tuanya yg telah dia tinggalkan, begitu juga wajah dan senyuman Ratna serta kata kata yg Ratna ucapkan tadi sebelum keberangkatannya. satu jam sudah bis itu telah berjalan kemudian bis itu berhenti di pinggir jalan untuk menaikkan penumpang nya lagi. setelah itu bis itu kembali melaju menyusuri jalan menuju arah perkotaan. penumpang yg barusan naik mengambil tempat duduk di sebelah Toni yg kebetulan masih kosong. numpang duduk ya nak"ucap laki laki setengah baya itu kepada Toni. iya pak silahkan " jawab Toni sambil tersenyum. singkat cerita Toni dan orang yg memperkenalkan dirinya bernama Agus itu mulai akrab. mereka berbincang tentang banyak hal, sehingga beban fikiran Toni sedikit berkurang. ternyata pak Agus itu orangnya cukup baik serta enak di ajak bicara. sepanjang perjalanan Toni banyak mendapatkan petunjuk serta nasehat dari pak Agus. bahkan saat mobil berhenti di rumah makan pak Agus selalu mentraktir Toni. toni sudah beberapa kali menolak namun pak Agus malah memaksa untuk membayar makanan Toni. delapan jam perjalanan akhirnya bis itu sampai juga di kota padang tanpa ada rintangan. setelah turun dari bis pak Agus menawarkan Toni untuk menginap di rumahnya saja karena hari sudah mulai malam. Toni menerima tawaran pak Agus itu. kemudian mereka kembali naik angkutan kota menuju kediaman pak Agus. ,***** bersambung ke part 5
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD