Pov : Rania Langit begitu gelap. Awan tebal menggulung, hujan pun mulai turun. Membasahi bumi yang gersang beberapa hari belakangan. Petrichor mulai tercium. Aroma tanah yang menenangkan saat hujan mulai membasahi tanah kering. Mbak Nisa dan Mbak Arum baru saja pulang. Sengaja aku minta dia pulang cepat sebelum jam kerja habis, sebab kasihan kalau sampai mereka kehujanan di jalan. Mbak Nisa lupa membawa jas hujan dan akupun tak punya untuk dipinjamkan. Kututup jendela kamar yang tadi terbuka. Pintu dan gerbang depan kebetulan sudah kukunci setelah mengantar dua karyawanku itu pulang. Aku mengikuti pesan Mas Azka untuk mengunci gerbang dan pintu saat tak ada yang menemaniku di rumah. Sebab banyak sekali orang yang sepertinya ingin mencelakakanku. Meski aku sendiri tak tahu apa salah

