Pov : RANIA Dering ponsel terdengar begitu nyaring. Mas Azka mengambil ponsel itu dari atas meja lalu menatap layarnya dengan sedikit ternganga. "Siapa, Mas?" Aku ikut mengernyitkan dahi saat melihat ekspresi Mas Azka. "Ibu," jawabnya lirih sembari menempelkan telunjuk ke bibirnya. Aku hanya mengangguk pelan. "Assalamu'alaikum, Bu. Bagaimana kabarnya? Ibu sehat?" "Alhamdulillah sehat, Ka. Kamu sama Rania bagaimana? Sehat juga?" "Alhamdulillah kami sehat, Bu. Ini Rania juga belum tidur. Baru saja ngobrol ngalor-ngidul," ucap Mas Azka sembari tersenyum tipis. "Alhamulillah kalau begitu. Ibu boleh ngobrol sebentar dengan Rania?" "Boleh dong, Bu. Masak mau ngobrol sama anak kesayangan nggak boleh" Terdengar suara tawa renyah ibu dari seberang, pun Mas Azka. Dia berikan ponselny

