Pemerkosaan

1088 Words

“Astaga!” suara Jonathan tercekat. Jemarinya refleks meremas setir. Ayu menjerit tertahan, tubuhnya terhempas masuk. Pintu minibus menutup dengan bunyi dentuman keras. Detik berikutnya, kendaraan itu melaju ugal-ugalan, meninggalkan trotoar. Tanpa pikir panjang, Jonathan membuang rokok dari tangannya, menyalakan mesin, dan menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobilnya melesat, membelah malam, mengejar lampu belakang minibus yang kian menjauh. Rahangnya mengeras, matanya penuh api. Untuk pertama kalinya, obsesi dan ketakutan bercampur jadi satu. Ban mobil Jonathan berdecit keras begitu ia memutar setir tajam, mengikuti arah minibus putih yang melaju ugal-ugalan di jalanan malam. Klakson dari kendaraan lain saling bersahutan, namun Jonathan tak peduli. Matanya hanya terpaku pada lampu belak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD