Jonathan menelan ludah, matanya menatap kosong ke arah dinding, nafsunya berhasil Jessica bangkitkan, jari-jemari Jessica masih asyik bermain di area intim Jonathan, area yang mulai menonjol dan mengeras. Jessica mulai menjelajahi tubuh suaminya dengan Bibirnya, menciumi telinga Jonathan, lalu turun ke lehernya, meninggalkan jejak hangat yang membuat tubuh Jo makin menegang. Namun pikirannya melayang jauh—bukan pada Jessica, sosok Ayu membayang kuat di benaknya. Jantungnya berdetak kencang, bukan karena Jessica, melainkan karena obsesi yang semakin mencekik: aku menginginkan dia … hanya dia … Ayu. Jessica merasakan tubuh Jonathan bergetar, lalu tersenyum puas. Ia yakin akhirnya suaminya mulai terangsang. Tangannya bergerak lebih berani, meremas lembut d**a Jonathan, memilin p****g s**u

