Rahang Jonathan mengeras, jemarinya mengepal di sisi tubuh. Ia menghela napas dalam, berusaha menyamarkan gejolak yang tiba-tiba menyeruak. Jessica, menyadari perubahan ekspresi Jonathan, semakin kesal. Bibirnya melengkung tipis, seakan menyimpan amarah. Namun Jonathan tak menanggapi. Sorot matanya tetap menempel pada Ayu, campuran kagum dan amarah yang tak mampu ia kendalikan. Raka, yang sadar akan banyak tatapan, termasuk tatapan tajam sang kakak tiri, justru semakin menegakkan tubuh. Ia menuntun Ayu lebih dalam ke tengah ruangan, seolah ingin menunjukkan pada semua orang—terutama Jonathan—bahwa Ayu bersamanya. Sementara Ayu, yang merasakan tatapan berat dari segala arah, terutama tatapan menusuk Jonathan, menundukkan wajahnya dengan canggung. Pipinya merona, bukan hanya karena mal

