Seharian ini Sana bekerja tidak terlalu fokus. Konsentrasinya selalu terbelah. Perkataan Tristan tadi pagi sering tergingang, membuatnya merinding karena takut. Apalagi pria itu selalu memperhatikannya, menatapnya dengan tatapan itu-itu saja. Salah tingkah? Tidak! Sana justru merasa takut. Tatapan Tristan sangat aneh, seperti tatapan seseorang yang .... Entahlah seperti apa, yang pasti dia tidak menyukainya. Pukul lima sore, Sana mengembuskan napas lega. Segera dia merapikan barang-barangnya, Joe pasti sudah menunggu di bawah. Pemuda itu tidak pernah mau menjemputnya ke ruangannya. Pernah sekali dan Joe tidak mau lagi. Katanya tidak ingin bertemu dengan si genit Vesya. Mengingat Vesya, Sana menjadi kesal. Bukan hanya bersikap judes padanya sampai sekarang, tetapi mendengar perkataan Joe

