Bab 29

2074 Words

Sana menepis kasar tangan Joe yang memencet hidungnya. "Sakit!" belalaknya judes. Bukannya takut Joe malah tertawa. Wajah marah Sana tidak ada seram-seramnya baginya. Wajah itu tetap terlihat cantik dan menggemaskan. Membuatnya ingin terus mencubitinya. "Jangan melotot kayak gitu, Hon. Nggak serem malah tambah cantik." Joe memainkan mata menggoda. Sana berdecak, memutar bola matanya kesal. "Nggak usah ngegombal bisa?" tanyanya ketus. "Nggak lucu!" "Astaga, Hon, aku ngegombal lho bukan ngelawak, jelaslah nggak lucu." Joe tertawa lagi. Tangannya kembali terulur ingin mencubit pipi Sana, tapi perempuan itu menepisnya sebelum tangannya berhasil mendarat di pipi mulus itu. Sana kembali membelalak. "Jangan ganggu deh, Joe. Kamu nunggu di sana aja!" Sana menunjuk ke arah rak buku ensiklop

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD