Bab 45

2014 Words

Ruangan itu tidak serapi saat tadi pagi. Sekarang sudah mirip kapal pecah. Berkas berhamburan di sana-sini, belum lagi pecahan kaca dari vas bunga maupun asbak yang berserak. Ditambah dengan sofa yang terguling, membuat ruangan itu lebih mirip tempat pembuangan sampah ketimbang ruangan seorang pemimpin perusahaan. Tristan tidak peduli mau seberantakan apa pun ruangannya. Yang ada dipikirannya sekarang adalah bagaimana merebut Sana dari Joe. Meskipun besok Sana kembali ke kantor, tapi Sana tidak akan menemuinya lagi. Atasan dan ruangannya berbeda. Mulai besok Sana akan bekerja pada Joe, pak Lukman tadi memberitahunya. Ruangan Joe juga sudah disiapkan, pak Lukman sendiri yang menyiapkannya. Dia heran apa yang berada di dalam pikiran asistennya itu. Pak Lukman terlihat senang Sana akan menin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD