Matahari sudah tinggi, tapi dua sosok tubuh yang terbaring di atas tempat tidur dalam keadaan saling memeluk masih belum juga membuka mata. Bahkan suara gaduh dari alarm yang terus berbunyi sejak pukul enam pagi tadi tidak dapat mengganggu kenyamanan tidur mereka. Pulang dini hari membuat mata mereka seolah direkatkan dengan lem super terkuat di dunia. Sangat sulit untuk dibuka. Telinga mereka dapat menangkap suara sayup-sayup alarm, apalagi Joe yang mempunyai pendengaran tajam. Namun, matanya sangat sulit untuk dibuka. Pada akhirnya Sana yang mengalah. Dengan malas dan perjuangan yang lumayan berat matanya dapat juga dibuka. Sana menggeliat, melonggarkan otot-ototnya yang terasa kaku setelah lebih dari tiga jam duduk di atas motor. Bangun perlahan, Sana memijit pelipis, kepalanya terasa

