Bab 52 Malam Yang Panjang

1056 Words

Malam itu, rumah Leo dan Naya sudah berubah menjadi medan perang kecil. Lara dan Lino, bayi kembar yang biasanya tertidur pukul delapan, tiba-tiba rewel. Naya sudah mencoba semua trik: menyusui, menimang, menyanyi, bahkan menggoyang-goyang bantal kesayangan mereka, tapi bayi-bayi itu tetap menangis keras. “Le… tolong, ini udah jam sembilan, mereka nggak berhenti nangis,” keluh Naya sambil mengusap wajahnya yang memerah lelah. Leo, yang baru saja menatap laporan pekerjaan di laptop, langsung menutup layar. “Ayo… kita berdua hadapi ini. Kita tim, Nay. Tim Leo & Naya versus bayi kembar.” Naya menoleh sambil menahan senyum. “Tim kita selalu kalah sama bayi, Leo.” Dia bukan mengeluh atau sedih, hanya mengatakan kebenaran yang sulit dibantah. Karena memang, orang tua sering kali kalah kepada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD