TPM 037 || START BEGINS

2035 Words

Gia menjalankan kakinya menjauhi mobil Loenardo yang juga perlahan mulai menghilang. Wanita itu sesekali mengusap air mata yang perlahan mulai menurun. Tangannya bergetar menyentuh dadanya yang sesak, sesekali ia menutup matanya berharap rasa sesak itu hilang dari dadanya. Tangannya yang tadi memegang buket bunga Leonardo perlahan naik dan ia menatap buket bunga mawar yang di rancang indah, buket bunga itu milik Florence bukan miliknya. Ia kembali mengalirkan air matanya. "Mengapa nasibku sangat sedih seperti ini Tuhan," ucap Gia dengan menaikkan kepalanya menatap langit hitam yang hanya bertabur beberapa bintang. Benar saja tak lama hujan turun, Gia tetap berada di tempatnya. Tak lama sebuah payung melindunginya. Gia menatap pada sebuah tangan besar yang tepat berada di sisi kanannya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD