Bab 14. Kejadian di Kamar Mandi

961 Words
Darka dengan santai menarik tangan Aurora, sehingga Aurora jatuh di bathup tepat di pangkuan Darka. Darka bisa merasakan kulitnya bersentuhan dengan kulit Aurora. Ia pun menyeringai karena telah berhasil membuat Aurora tak berkutip. Bisa ia rasakan jantung wanita itu berdetak begitu kencang, pipi Aurora merah padam seperti ditonjok orang. “Tidak usah malu, kita sudah suami istri. Sudah seharusnya mandi bersama,” ujar Darka, entah kenapa akhir-akhir ia senang sekali mengoda Aurora. Suatu hal baru baginya bisa membuat Aurora salah tingkah. “Hehhee maaf, Pak. aku harus pergi,” kata Aurora berusaha berbicara santai, sembari menenangkan dirinya. Darka benar-benar membuatnya salah tingkah, pria itu dengan sengaja mengelus paha Aurora walaupun masih ada penghalang tetap saja hal itu membuat Aurora tegang. “Pergi? Jangan dulu, temani saja berendam di sini,” kata Darka dengan nada berat dengan mata terpejam merasakan sensasi yang luar biasa saat bersama Aurora. Ia merasakan ada sesuatu di dirinya yang ingin meledak saat ini. Aurora merasakan ada yang aneh dari nada suara Darka, ia memasang alarm bahaya di otaknya. Kali ini ia tak boleh memberikan itu lagi ke Darka, cukup sekali. “Aku nggak mau ganggu, Bapak. Jadi biarkan aku per—“ Aurora ingin berdiri, lagi dan lagi Darka menahan pergelangan tangannya untuk tetap tinggal. “Aduh!” Aurora tak sengaja menginjak kaki Darka, lalu ia kembali terduduk di pangkuan Darka. Kali ini posisi mereka lebih dekat. Mungkin jika Aurora bergerak Darka bisa mencium pipinya, bahkan ia bisa merasakan hembusan napas Darka yang menerpa kulit wajahnya. “Apa ini, Tuhan … “ batin Aurora merasa tak seharusnya ia berada di kamar mandi, apalagi ada Darka di dalamnya. Darka adalah pria dewasa dandengan pemikiran dewasa juga. Aurora memang harus berhati-hati dan menjaga jarak dari Darka jika ingin selamat. “Sudah saya bilang, di sini saja,” ujar Darka mengeser wajah Aurora agar melihat ke arahnya. Beberapa detik mereka bertatapan. Aurora dengan wajah tegang, sedangkan Darka dengan seringai jahat. Darka memiringkan wajah, sembari memegang tengkuk Aurora dengan mata yang terpejam. “Hmm .. apa ini, Pak Darka akan menciumku?” Aurora takut setengah mati saat melihat Darka sudah berada pada posisinya. Ingin kabur pun tak bisa tangan Darka masih memeganginya agar tak kabur. “Jangan aku mohon …,” batin Aurora, hal itu hanya tertahan di hati saja. Ia tak berani bersuara, terlampau takut. Ting! Tiba-tiba saja ponsel Darka berbunyi, itu tandanya ada panggilan masuk dari ponselnya. “Menggangu saja,” gumam Darka. Tak ingin membuang kesempatan lagi, dengan sekuat tenaga Aurora berusaha melepaskan diri dari Darka. Ia menoleh ke belakang, Darka ingin mengapai tangannya lagi. Namun, dengan depat ia berlari ke luar kamar mandi. “Auro-” belum sempat Darka memanggil nama Aurora. Darka dikagetkan dengan suara seseorang yang meminta tolong melalui ponselnya. “Siapa?” tanya Darka melalui ponselnya. “…” “Baiklah, lakukan sesuai perintah,” ujar Darka menutup panggilannya. Darka menoleh ke arah pintu kamar mandi, ia pun menghela napas. “Kali ini kamu bisa kabur, sayang. Tidak untuk lain kali,” gumam Darka dengan seringai jahatnya. *** “Syukurlah aku bisa pergi,” batin Aurora segera berlari ke wardrobe untuk menagi baju yang basah kuyup. Darka benar-beanr membuat dirinya tak berkutip. “Aku harus hati-hati,” gumam Aurora, berjalan menuju balkon yang ada di samping kamar mereka. untuk mencari udara segar, kamar mereka terasa panas. Makanya ia memilih untukkelaur saja, setidaknya saat Darka telah selesai mandi. “Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Aurora bertanya-tanya di dalam hatinya. Rasanya ia tak memiliki semangat hidup, semuanya hilang dan tak ada yang mengerti apa yang ia inginkan. “Kamu di sini?” tanya seseorang yang ikut bergabung bersama Aurora. Aurora menoleh ke samping, dan benar saja itu adalah Nadine. “Untuk apa wanita ular ini ke sini?” mood Aurora berubha jelek dengan kehadiran Nadine. “Ya,” balas Aurora dengan nada datar. “Kamu jangan senang dulu, Darka juga akan menceraikanmu nanti,” kata Nadine, memberi peringatan sekaligus membantu Aurora sadar di mana tempat wanita itu. “Aku tak masalah,” jawab Aurora tanpa beban, memang itu yang ia inginkan bukan. Darka saja yang masih ngeyel mempertahankan rumah tangga mereka. “Kamu! Sudah diberi kemewahan juga, masih saja sombong!” kesal Nadine, ia tak suka dengan jawaban Aurora yang sangat tenang. Seakan Darka bukanlah apa-apa di mata Aurora, sedangkan dirinya mati-matian mendapatkan hati Darka. “Kemewahan? Ya, aku suka itu. Aku akan memeroti uang Darka, membuat Darka menyerahkan sahamnya padaku, lalu aku bisa meninggalkan Darka dan mengambil semua hartanya,” kata Aurora dengan nada sombong, ia melebihkan ucapannya sengaja membuat Nadine marah. Bahkan Aurora menatap Nadine dengan tatapan meremehkan. “Lancang kamu ya! Akan aku adukan ke Nenek dan semua orang. Pasti Darka akan langsung meceraikanmu saat ini juga!” bentak Nadine, dengan tangan yang terkepal. Tadi ia hampir saja menampar Aurora, beruntung ia bisa mengendalikan diri. “Kenapa tidak, bukannya kamu yang bilang Darka memberiku kemewahan. Ya tugasku memanfaatkan itu semua,” kata Aurora, ia tertawa di akhir kalimatnya. Seola-olah ia benar-benar menginginkan harta dari Darka. Nadine diam beberapa menit saat mendengar perkataan Aurora, ia sedang menyusun scenario di otaknya. Memilah kata yang bisa mematahkan kebahagiaan wanita yang ada di depannya itu. Sedangkan Aurora ia masih menunggu amarah Nadine meledak, ia menunggu semua orang tau bahwa Nadine tak lah seangun yang terlihat. Dengan seringai jahatnya Nadine berkata. “Kamu belum tau siapa Darka.” Nadine mendekat ke arah Aurora, posisi mereka sangat dekat. “Banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang Darka, sesuatu yang membuat kamu ingin kabur dari hidup Darka …” Nadine menghentikan ucapannya, tatapannya masih serius tak ada ancaman, kemarahan ataupun ejekan seperti biasa. Aurora memicingkan mata mendengar penuturan Nadine, ia tau Nadine tak sedang mengancamnya. Tapi sebuah peringatan? “Jangan terlalu percaya dengan Darka,” ujar Nadine lagi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD