"Dion, kamu mau kemana?" tanya Alice. Dia yang baru saja selesai masak. Dan, sudah menyiapkan semua makanannya di atas meja. "Aku mau kerja." ucap Dion. "Gak makan dulu?" Dion menoleh, melihat begitu banyaknya makanan di atas meja. "Kenapa kamu masak begitu banyak? Siapa yang makan? Lagian masak seadanya. Jangan masak berlebihan. Di rumah ini hanya ada dua orang. Tidak ada yang makan selain kita. Buang-buang makanan. Di luar sana masih banyak orang yang butuh makan. Sementara kamu buang-buang makan." pekik Dion. Seketika Alice hanya bisa diam, dia membungkam bibir Dion. Tanpa banyak bicara lagi. Dia hanya tertunduk. Merasa bersalah pada Dion. Lagian benar juga apa yang dikatakan Dion. Dirinya saja yang tidak bisa menghargai makanan. "Bungkus semua makanan, ada kita makanan di dal

