"Dion, menarik pinggang Alice masuk ke dalam dekapannya. Alice yang terkejut, dia meletakkan kedua tangannya di depan d**a. Kedua matanya melebar menatap Dion. Tatapan mata itu seakan menusuk sampai ke hatinya. Saat seperti ini, Dion membuat Alice jatuh cinta semakin dalam. Namun, saat dirinya berharap banyak. Dion menjatuhkannya begitu saja. Alice merasa hatinya hancur berkali-kali tetap mau bangkit. Berusaha menjadi yang terbaik. Selama dirinya masih bisa. Namun, entah apa dia bisa bertahan lama. Atau, dirinya yang aku menyerah nantinya. Kedua mata mereka saling tertuju. Dion menyentuh dagu Alice. Tatapan itu semakin lama semakin dekat. Alice menelan ludahnya susah payah. Tubuhnya seketika terasa sangat kaku. Dia tidak mampu menggerakkan tubuhnya. "Harap bekerja dengan baik. Jangan

