Meski sudah melampiaskan kemarahannya pada Nata, Asyura masih belum sepenuhnya bisa merasa puas. Memang tak ada yang mampu membuatnya puas selain memiliki Asa sepenuhnya. Hidupnya seolah kehilangan arah karena kembali tak tahu harus bagaimana. Semua usahanya untuk merayu Asa tidak membuahkan hasil, dan kini yang ia bisa lakukan hanya menatap Asa dari jauh. "Apakah aku harus menyerah sampai di sini?" Guman Asyura. Dia melirik tumpukan hadiah yang dikembalikan oleh Asa yang ada di meja kerja kakaknya. Semua adalah hadiah mahal dari brand terkenal, tapi tak ada satupun yang mau Asa terima. "Aku tidak bisa menyerah di sini," ucap Asyura. Dia merasa memiliki poin penting yang bisa membuat Asa kembali padanya, yaitu perasaan dan kenangan kebersamaan antara Asa dan kakaknya. Ia yakin Asa tid

