Asyura sedikit terkejut sekaligus tidak percaya mendapati pintu rumah Asa yang terbuka sehingga menampilkan sosok wanita yang ia cintai. Dia tetap cantik dan segar, bahkan tidak nampak aura suram di wajahnya. Hanya saja ia tidak menampilkan penyambutan yang Asyura harapakan. Yah, Asyura berpikir tidak mengapa wajahnya masih menampakkan ekspresi dingin dan marah padanya. Wanita manapun pasti akan melakukan hal yang serupa jika di berada di posisi Asa. Dia siap menerima semua yang Asa tunjukkan padanya asalkan ia bisa bersama dengan gadis itu. "Akhirnya kamu mau membukakan pintu untukku, Asa..." ucap Asyura. "Aku membawakan bunga untukmu." Matanya melembut seperti orang yang jatuh cinta, tak lepas dari wajah orang yang ia cintai. Akan tetapi semua langsung berubah ketika ia mendapatkan tam

