Langit sudah mulai gelap, tetapi tampak sematak berhiaskan taburan kilau gemintang. Matahari pun telah beristirahat di peraduan, sedangkan aktivitas warga kota masih terlihat mendominasi. Dengan teramat pelan, Wala mengendarai mobilnya masuk ke halaman rumah. Dia pun tak mengerti mengapa, malam itu kakinya terasa sangat berat untuk melangkah masuk. Kendati demikian, Wala tetap berjalan melewati ruang tamu, hingga gerakan kakinya terhenti di ruang tengah. Di sana, tampak Lantana dan Azalea duduk berdua dan sedang menunggu kepulangannya. "Akhirnya yang ditunggu-tunggu pulang juga." Lantana langsung berdiri dari tempat duduknya dan tersenyum melihat Wala yang kini sudah tiba di rumah. "Maafkan aku sedikit terlambat, karena tadi jalanan sangat macet," ungkap Wala, sekedar sebagai pembenar

