Satu hal yang pasti, bahwa resya sedang bersama Melody. Gadis itu benar-benar berhati luar biasa, baginya Melody penyelamat hidup. Gadis itu selalu ada disaat Sarah duka ataupun suka, gardu terdepan untuk membela dirinya meski salah. Kadang Sarah sendiri merasa malu menjadi kakak yang tak berguna. Mobil milik Sarah yang diberikan Heru saat itu sudah aprkir dihalaman rumah Melody. Dia dengan gegabah keluar dari mobil ingin segera menghampiri putrinya dan memeluk. "Kak." Melody berdiri dari posisi duduknya,melihat kedatangan Sarah yang penuh air mata. Wanita itu berjalan mendekatinya "Putriku." Sarah meraih Resya lalu ditimang. "Apa semuanya sudah terlambat?" tanya Melody hati-hati, Sarah mengangguk dan terisak. "Semuanya sudah terlambat." Mengigit bibirnya kalut. Lalu beralih menci

