Mari Kembali Asing

1636 Words

Ajakan Rizal tempo kemarin untuk mengajak Safira bicara rupanya tidak berhasil. Sepulang workshop, Rizal kembali mendatangi kedai coffe tempat Safira bekerja, dia masih berusaha untuk membujuk agar gadis itu mau meluangkan waktunya sejenak untuk Rizal. “Bisa bicara sebentar?” Pinta Rizal begitu dengan tekadnya memberanikan diri menghampiri Safira. “Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi, Rizal!” Tolak Safira, dia tidak ingin memperkeruh suasana. Cukup kejadian kemarin. “Tapi ada yang perlu kita bicarakan, Fira! Kamu pasti tahu arahnya kemana!” Bantah Rizal bersikeras mengajaknya untuk berbicara. “Tidak ada! Lupakan saja kejadian kemarin!” Tolak Fira tanpa menghentikan pekerjaannya, managernya dari kejauhan terus mengawasinya namun membiarkan Rizal tetap berada disana. Ia piki Rizal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD