TIGA PULUH EMPAT

1329 Words

Masuk ke dalam helikopter, untuk mengamankan perjalanan ini, Dimas sendiri yang mengemudikan kendaraan ini. Syukurlah dia memang mempunyai surat izin untuk menerbangkan helikopter. Hanya Bayu dan Dimas, ketika sudah mendapat izin untuk lepas landas, Dimas pun mulai menerbangkan helikopter ini pelan-pelan, lalu terbang menuju arah tujuan mereka kali ini. “Ni ngapain naik ginian sih?” Tanya Bayu, ia masih belum mengerti kenapa Dimas repot-repot mau menerbangkan helikopter segala padahal bisa banget kalau mereka cuma mau naik mobil saja. Ya mungkin waktu yang ditempuh agak lebih lama, tapi seharusnya bukan alasan karena semalam saja Dimas dan yang lain hanya mengendarai mobil. “Biar keliatan jelas Boss, hanggar-nya Pak Chandra Wiguna.” Jawab Dimas. “Itu hanggar gede banget, yakali kaga ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD