bab 27

1471 Words

Pagi itu, rumah kecil Edward dan Celine kembali dipenuhi hawa dingin yang lebih menusuk daripada angin luar. Matahari memang sudah meninggi, tapi sinarnya seperti tidak mampu menembus awan pekat yang menggantung di atas atap rumah itu. Udara seakan berhenti, menunggu pecahnya ledakan berikutnya. Celine berdiri di dapur dengan mata sembab. Ia tidak tidur semalaman. Suara bentakan Adrian semalam, juga tatapan penuh benci Elisabeth, masih terngiang di telinganya. Setiap kali ia memejamkan mata, bayangan kata-kata itu kembali menghantam: “Kau tidak layak jadi ibu untuk cucuku.” Tangannya gemetar ketika menuangkan air panas ke dalam cangkir. Reno masih terlelap di kamar, tapi tidurnya tidak nyenyak. Bayi itu sering terbangun menangis, seolah ikut menyerap ketegangan orang dewasa di sekitarnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD