PART 26

2463 Words

Aroma kematian. Bau anyir darah yang seakan tercium dalam pekatnya kata bernama maaf. Kata yang sudah menjadi bagian dari kata lainnya yaitu percuma. Di aula yang sangat luas setelah memasuki gerbang kuning, apapun itu yang ingin direncanakan, segera terpatahkan oleh sesuatu yang bernama sudah direncanakan dan tidak bisa lagi berubah. Takdir bisa menjadi sangat rumit sehingga manusia tidak bisa menguraikannya. Sebuah simpul mati telah terjalin atas nama sebuah harga diri. Sesuatu yang dijunjung dari dimulainya sebuah klan hingga para penerusnya. Dari ketika pemikiran masih sekuno peradaban awal hingga tergerus laju milenial masa kini. Mirea Hana. Dalam tudung kepala dengan kain transparan di bagian depan. Menoleh sedikit saja dari pandangan matanya yang tertuju pada suaminya, Aaron D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD