Hana membungkus kakinya dengan selimut. Lalu sejenak dia mengamati pergelangan tangannya yang sedikit terluka. Lalu tangan kanannya yang kebas tak berkesudahan. Hana mendongak ke arah wanita itu. Yuki. Pagi itu Yuki membuka semua tirai sepenuhnya hingga ke pelapisnya. Matahari dan udara hangat menyeruak masuk dan Hana bisa merasakan bahwa hari itu cuaca di luar sangat baik. "Bersiaplah. Kita akan berpindah tempat nanti malam." Hana tidak melepas tatapannya ke arah Yuki yang baru mengeluarkan suaranya. Tatapan mata mereka bertemu. Tetap seperti itu bahkan sampai Yuki duduk di sebuah kursi di dekat nakas. "Aku mengenal baik Aaron Kodame. Sangat baik. Sebuah alasan yang kurasa cukup untuk membuatmu percaya padaku." "Kau menculik istri orang yang kau kenal dengan sangat baik. Itu juga

