PART 18

2113 Words

Tidak ada yang berani bergerak walau se inci. Atau melakukan gerakan sehalus angin yang berdesir sekalipun. Ya. Semua hanya terpaku walaupun pemandangan di depan mereka jelas bukan sesuatu yang bisa dibiarkan begitu saja. Semua masih tak bergerak. Mereka. Anak buah Hiro Watanabe. "Bubar kalian semua!" Teriakan Hiro menggema. Mengalahkan suara musik mendayu yang terdengar di ruangan itu. Semua mulai bergerak cepat. Berjalan keluar tanpa menutup pintu utama. Pemandangan selanjutnya masih terlihat. Bagaimana Hiro Watanabe menyeret Yuki yang penuh luka menyusuri lorong menuju bilik nya. Tidak ada tangisan atau teriakan kesakitan keluar dari mulut Yuki. Hingga pintu bilik itu berdebum. "Apa yang ada di otakmu haaah?" Hiro mendorong tubuh Yuki hingga berdebum ke atas ranjang. Napas p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD