"Memberikan tanggung jawab sebesar ini untuk seperti Romy emang menyusahkan. Mas harus lebih hati-hati lagi." Yusuf masih termakan amarah hingga dia tak punya jawaban untuk Queeny, bahkan dia tak sadar untuk pertama kalinya Queeny bisa sebijaksana ini. "Pasti ada info lain yang bisa kita lihat." Yusuf menggeser chat-chat sampah itu hingga ke bawah. Chat itu masih baru dan belum dilihat. "Sialan," umpat Yusuf sambil membuka pesan mencurigakan itu. "Jadi ini sebabnya dana yang dikeluarkan perusahaan begitu besar." "Apa yang terjadi?" tanya Queeny pada dirinya sendiri sambil mencari tau lewat pesan yang masih terbuka lebar di layar laptop. "Penyalahgunaan dana," bisiknya tak menyangka. "Bukannya acara launching kosmetik ini akan dilaksanakan dua minggu lagi?" Yusuf mengangguk tegang. "Ga

