Pada malam yang mencekam, Queeny terbangun dari tidurnya dengan napas yang terengah-engah dan keringat dingin di seluruh tubuhnya. Ia merasa sangat ketakutan, karena ia baru saja mengalami mimpi buruk yang sangat menakutkan. Dalam mimpi buruk tersebut, Queeny merasa sedang berada di tempat yang gelap dan menyeramkan. Kejadian waktu itu dengan Furqon masih membekas, Queeny seperti dalam labirin yang tidak bisa keluar, ia berlari terus menerus. Namun, suara Furqon seakan-akan tidak pernah hilang. "Queen, aku akan selalu ada dalam hidupmu! Kau hanya milikku seorang! Hahaha!" Mata memerah, rangang yang mengeras, Furqon berdiri tegap seraya tertawa, sorot matanya terukir jelas dalam ingatan Queeny. Queeny terbangun dengan teriakan dan tangisan yang meluap-luap dari dalam tidurnya. Ia merasak

